Pak Rusibat, Tersisa Satu Tangan & Kaki Bengkok Untuk Berjuang

Ia adalah Pak Rusibat, loper koran difabel yang berjualan di perempatan lampu merah di sekitar Malang.

Kakinya tak bisa berjalan normal dan tangannya hanya satu, akan tetapi Pak Rusibat mengukirkan senyuman terbaiknya setiap kali lampu lalu lintas berubah merah.

Foto Pak Rusibat Berjualan Di Lampu Merah daerah Kota Malang

Kebanyakan orang di balik kaca mobil hanya melambaikan tangan untuk menolak atau mengabaikan Pak Rusibat. Akan tetapi, Pak Rusibat tetap berjalan terseok-seok ke setiap mobil hingga lampu berubah hijau.

Ia bercerita tentang adiknya yang baru saja meninggal. Adiknya adalah satu-satunya keluarganya yang tersisa. Kini Pak Rusibat menjadi tulang punggung untuk istri dan cucu adiknya. “Wasiat dari adikku, untuk jagain keluarganya,” ucap Pak Rusibat

Tim Sahabat Mustahiq Sejahtera Bersilaturami ke Kediaman Pak Rusibat

#OrangBaik, mari bantu Pak Rusibat loper koran difabel dan difabel-difabel lainnya dengan donasi melalui https://kitabisa.com/campaign/loperkorandisabilitas atau bisa juga melalui Rekening Donasi Sahabat Mustaiq Sejahtera