Majalah Mustahiq Edisi 181 - Mei 2026

Iman dalam Islam adalah keyakinan sepenuh hati yang diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan melalui amal perbuatan. Iman bersifat dinamis, dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat.

Meraih manisnya iman adalah kenikmatan spiritual tertinggi saat hati merasakan kelezatan dalam ketaatan, mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya di atas segalanya, serta benci kembali pada kekufuran. Ini adalah kondisi puncak keimanan yang membuat ibadah terasa ringan dan menyenangkan, serta hati menjadi tenang.

Seseorang dapat merasakan manisnya iman apabila dia melaksanakan ketaatan- ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, menanggung beban berat dalam melaksanakan agama dan mendahulukan agama atas dunia. Manisnya iman adalah tanda hati yang sehat dan hamba yang dicintai Allah SWT, yang membuat seorang mukmin merasa ringan dalam menjalankan syariat serta tegar menghadapi ujian. Wallahu a'lam.

Redaksi Majalah Mustahiq
Nutrisi Hati, Nutrsi Ilmu