Majalah Mustahiq Edisi 171 - Juli 2025

Sikap saling menghormati dan menghindari tindakan yang dapat menyakiti perasaan tetangga sangat dianjurkan. Sikap peduli kepada tetangga tercermin dalam tindakan memberikan bantuan saat mereka membutuhkan. Terkadang, hubungan dengan tetangga mungkin tidak selalu harmonis. Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan untuk bersikap sabar dan pemaaf. 

Rasulullah SAW bersabda, "Jika tetanggamu berkata bahwa engkau baik, berarti engkau orang baik. Jika tetanggamu bilang engkau orang tidak baik, berarti engkau bukan orang baik." (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Asakir). Hadits ini mempertegas bahwa gambaran kepribadian seseorang bisa dilihat dari penilaian tetangga terhadap dirinya. Sehingga bila orang baik menurut tetangganya, pasti ia baik, begitu pula sebaliknya. Tetangga merupakan juri yang selektif dan objektif karena merekalah yang tahu keberadaan tentang kepribadian seseorang.

Menjalin hubungan baik dengan tetangga adalah cerminan dari akhlak mulia seorang Muslim, yang akan berkontribusi positif pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, marilah kita berupaya untuk menjadi tetangga yang baik dan penuh kasih sayang, demi terciptanya masyarakat yang harmonis. Wallahu a'lam.

Redaksi Majalah Mustahiq
Nutrisi Hati, Nutrisi Ilmu