Majalah Mustahiq Edisi 183 - Juli 2026

Islam memuji mereka yang mampu menahan amarah, namun diperbolehkan marah jika karena Allah SWT untuk menegakkan kebenaran atau mencegah kemungkaran. Menahan amarah adalah ciri orang yang bertakwa dan dijanjikan Surga oleh Allah SWT.

Marah adalah pintu masuk segala keburukan dan penyesalan. Wasiat ini bukan berarti manusia dilarang merasa emosi, tetapi melarang kita menuruti hawa nafsu saat marah dan melakukan tindakan yang merusak. Rasulullah SAW bersabda: "Jangan kamu marah, maka bagimu Surga (akan masuk Surga)." (HR. Ath-Thabrani).

Dengan melihat akibat buruk yang timbul dari amarah yang meluap, sementara kita belum memiliki kesabaran dan pengendalian diri yang baik, maka kita mesti melatih diri untuk mengontrol amarah kita. Jauhi hal-hal yang memicu api kemarahan, senantiasa mengingat bahwa menahan amarah termasuk sifat utama dan karakter orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.

Maka, sikap terbaik terhadap hal-hal tersebut adalah dengan memaafkan dan mengabaikan sikap mereka. Wallahu a'lam.

Redaksi Majalah Mustahiq